Sosialisasi PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital) dilaksanakan di Pendopo Balai Desa Rungkang pada Selasa pagi, 21 September 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Pokja I TP PKK Desa Rungkang, Bhabinkamtibmas, Ketua TP PKK Desa Rungkang, serta perwakilan PKK dari masing-masing RT.
Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Rungkang yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Pokja I untuk menyosialisasikan program-program kerja yang relevan dengan kebutuhan keluarga di masa kini. Menjelang tahun ajaran baru, beliau juga mengajak masyarakat untuk memperhatikan pendidikan anak-anak di lingkungan sekitar, khususnya bagi yang mengalami putus sekolah.
Ketua TP PKK Desa Rungkang dalam sambutan kedua mengapresiasi kehadiran para ibu-ibu PKK dalam kegiatan ini. Ia berharap sosialisasi ini dapat membawa manfaat nyata dan menjadi bekal dalam mendidik anak dan remaja, terutama dalam menghadapi tantangan era digital.
Sesi pertama diisi oleh Perwakilan KUA Gandrungmangu. Ia memaparkan berbagai program kerja Pokja I yang berfokus pada penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, serta program unggulan PAAREDI. Program unggulan PAAREDI meliputi:
1. KISAH (Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba),
2. KRISAN (Keluarga Indonesia Sadar Narkoba),
3. KILAS (Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual),
4. KIAT (Keluarga Indonesia Anti Trafficking),
5. PKBN (Pembinaan Kesadaran Bela Negara),
6. KISAK (Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan).
Paparan kedua disampaikan oleh Aipda MULYANTO, Bhabinkamtibmas Desa Rungkang, yang menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak di tengah arus teknologi digital. “Pola asuh di era digital harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Anak perlu dibimbing agar tidak terjebak dalam penggunaan gawai secara berlebihan,” jelasnya.
Beliau juga menekankan bahwa peran orang tua tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai teladan dan komunikator yang baik. Langkah-langkah yang perlu dilakukan antara lain:
1. Menanamkan pendidikan agama sejak dini,
2. Menjadi panutan dalam perilaku sehari-hari,
3. Meningkatkan kualitas komunikasi dan kebersamaan,
4. Menerapkan pola asuh demokratis,
5. Membekali anak dengan kemampuan literasi digital,
6. Menghindari anggapan bahwa gawai bisa menggantikan kasih sayang orang tua.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta, khususnya para ibu yang menjadi pilar utama pendidikan keluarga, dapat menerapkan pola asuh yang bijak dan sesuai dengan tuntutan zaman. Sosialisasi PAAREDI menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi muda Trimulyo yang sehat, cerdas, dan berkarakter.